yang hilang berganti
yang hancur lebur
akan terobati
...
Penikmat musik sebelum era fourtwnty di sekitar tahun 2019-an, biasanya sudah terpapar oleh lirik lagu dari salah satu band yang isinya cuma dua orang ini. Banda Neira.
Awal dengar mereka di era soundcloud, hingga akhirnya mereka mengumumkan bubar di tahun 2016 karena Rara Sekar menikah, dan Ananda Badudu melanjutkan kehidupannya sendiri. Barangkali waktu itu tidak ada cara agar Banda Neira tetap bertahan meski sendiri. Entah... Mungkin Ananda Badudu maunya badua? hehe
Sempat sangat galau seakan teman perjalanan tumbuh saya tiba-tiba pergi. Terselip mimpi suatu saat menyaksikan panggung mereka entah di mana. Minimal seumur hidup sekali, pikir saya. Eh, malah bubar.
Kemudian tiba-tiba 2023 Banda Neira kembali. Masih dengan Ananda Badudu, yang badua, tapi bukan dengan Rara. Tapi dengan Sasha. Siapa kah, Sasha? Kenapa Sasha? Apakah karena urutan abjad setelah R adalah S? Hmmm....
Sekali dengar, tentu mungkin karena karakter Rara adalah fondasi awal Banda Neira, sangat sulit untuk telinga ini beradaptasi dengan karakter Sasha. Liuk-liuk vokalnya Rara terlalu unik untuk ditimpa dan dilupakan begitu saja dari aransemen Banda Neira.
Namun...
Sebagai manusia yang tumbuh, tidak bisa juga saya memaksa Sasha untuk jadi Rara hanya demi mengembalikan Banda Neira. Banda Neira hari ini adalah Banda Neira yang diracik oleh Ananda Badudu dan Sasha. Tidak adil rasanya jika Sasha tidak diberi kesempatan menjadi dirinya, hanya agar Banda Neira menjadi Banda Neira yang sebelumnya.
Tumbuh memang begitu, kan? Saya pun perlu merevisi beberapa opini yang dulu rasanya masuk akal. Punya peran baru dalam hidup pun membuat kita menambah atau mengurangi berbagai hal. Hidup adalah perjalanan dinamis.
Telat gak, sih, bahas ini selang 2 tahun?

Posting Komentar